Review Makna Lagu Righteous: Benar dan Adil

Review Makna Lagu Righteous: Benar dan Adil

Review Makna Lagu Righteous: Benar dan Adil. Di antara lagu-lagu yang meledak di akhir 2019, “Righteous” milik Juice WRLD tetap menjadi salah satu karya paling emosional dan jujur sejak dirilis pada 10 Januari 2020 sebagai single utama dari album Legends Never Die. Dengan lebih dari 1,4 miliar streaming di Spotify hingga Februari 2026 dan posisi puncak No. 11 di Billboard Hot 100, lagu ini langsung menyentuh banyak pendengar karena kejujurannya yang telanjang. Di balik produksi Nick Mira yang atmosferik dan vokal Juice yang rapuh, “Righteous” bukan sekadar lagu tentang patah hati atau kecanduan—ia adalah pengakuan mendalam tentang perjuangan menjadi “benar dan adil” pada diri sendiri di tengah tekanan hidup yang terus menerus. Judul “Righteous” merujuk pada keinginan untuk hidup dengan integritas, tapi liriknya menunjukkan betapa sulitnya mencapai itu ketika rasa sakit, rasa bersalah, dan godaan terus menghantui. Review ini mengupas makna liriknya secara langsung, fokus pada tema benar dan adil sebagai perjuangan batin yang sangat manusiawi. BERITA BASKET

Latar Belakang Penciptaan dan Dampak Lagu: Review Makna Lagu Righteous: Benar dan Adil

Juice WRLD merekam “Righteous” pada akhir 2019, hanya beberapa bulan sebelum kematiannya pada 8 Desember 2019. Lagu ini menjadi salah satu rilisan terakhir yang ia saksikan sendiri dan langsung dirilis sebagai penghormatan pasca-kematiannya. Produksi Nick Mira memberikan nuansa lo-fi trap yang dingin namun hangat, dengan piano lembut dan drum ringan yang memberi ruang bagi emosi Juice untuk bernapas. Saat rilis, lagu ini viral di TikTok dan Instagram dengan potongan “I’ve been on the run, run, run” yang sering dipakai untuk video “sad edit”, montage perjuangan pribadi, dan konten tentang kesehatan mental. Hingga 2026, “Righteous” masih sering muncul di playlist healing, “late night thoughts”, dan refleksi hidup, membuktikan bahwa pesan tentang berusaha tetap benar dan adil pada diri sendiri tetap relevan bagi pendengar yang menghadapi tekanan serupa.

Analisis Makna Lirik dan Tema Benar dan Adil: Review Makna Lagu Righteous: Benar dan Adil

Inti lagu ini adalah perjuangan batin untuk tetap “righteous”—benar dan adil—pada diri sendiri dan orang lain. Juice membuka dengan baris “I’ve been on the run, run, run / I’ve been on the run, run, run,” yang menggambarkan pelarian konstan dari rasa sakit dan rasa bersalah. Ia mengakui ketidaksempurnaan dirinya: “I’m not perfect, I’m not even close / But I’m tryna be righteous, tryna do right by you.” Frase “righteous” diulang seperti doa atau janji—keinginan untuk hidup dengan integritas meski godaan narkoba, hubungan toksik, dan tekanan ketenaran terus menariknya ke bawah. Chorus “I’m tryna be righteous, tryna do right / But the devil keep on callin’ my line” menyiratkan pertarungan antara ingin menjadi versi terbaik diri sendiri dan godaan yang terus datang. Tema benar dan adil terasa paling kuat di baris “I don’t wanna be alone no more / But I don’t wanna hurt nobody no more,” yang menunjukkan dilema: ingin dicintai dan terhubung, tapi takut menyakiti orang lain karena luka batinnya sendiri. Juice juga menyisipkan nada penyesalan: “I been hurt too many times, I’m numb now / But I still feel the pain somehow,” yang mencerminkan bahwa meski sudah mati rasa, keinginan untuk tetap adil dan benar pada orang lain masih ada. Secara keseluruhan, lagu ini bukan tentang kesuksesan atau flexing, melainkan tentang perjuangan harian untuk tetap jujur pada nilai-nilai diri di tengah kekacauan hidup—sebuah tema yang sangat manusiawi dan jarang disentuh dengan kejujuran sebesar ini di musik mainstream.

Resonansi dengan Pendengar dan Relevansi di 2026

“Righteous” sangat resonan karena menangkap perasaan banyak orang yang sedang berjuang menjadi versi lebih baik dari diri mereka sendiri. Banyak pendengar mengaitkannya dengan pengalaman pribadi: ingin berhenti dari kebiasaan buruk, ingin memperbaiki hubungan yang rusak, atau sekadar ingin hidup dengan integritas di tengah tekanan sosial. Di TikTok dan Instagram, potongan “I’m tryna be righteous” sering dipasangkan dengan video “glow up journey”, montage perjuangan kesehatan mental, atau konten “healing era”. Di 2026, lagu ini masih jadi soundtrack bagi playlist motivasi, refleksi akhir tahun, dan momen “trying my best”. Vokal Juice yang rapuh dan lirik yang blak-blakan membuatnya terasa seperti curhatan langsung—seolah ia sedang berbicara pada pendengar: “aku tahu rasanya sulit, tapi aku masih berusaha.” Secara budaya, lagu ini memperkuat narasi bahwa benar dan adil pada diri sendiri adalah perjuangan seumur hidup, bukan tujuan yang selesai sekali jadi.

Kesimpulan

“Righteous” lebih dari sekadar lagu emo-rap hit; ia adalah pengakuan jujur tentang perjuangan menjadi benar dan adil pada diri sendiri di tengah godaan dan luka batin. Juice WRLD berhasil menyampaikan rasa ingin menjadi lebih baik, rasa bersalah, dan ketekunan melalui lirik yang telanjang dan produksi yang mendukung emosi mentahnya. Di tengah Februari 2026, lagu ini tetap relevan sebagai pengingat bahwa kesuksesan atau ketenaran tidak menghapus perjuangan batin—yang terpenting adalah terus berusaha tetap jujur dan adil, meski sulit. Bagi siapa pun yang pernah merasa “aku ingin jadi lebih baik tapi kenapa susah banget”, lagu ini terasa seperti teman yang paham: ya, perjuangannya nyata, dan kamu tidak sendirian. Itulah kekuatan abadi “Righteous”: tidak menghibur dengan janji manis, tapi menemani dengan kejujuran yang hangat dan penuh harapan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *