Review Makna Lagu Yang Kurasa: Kembali Jatuh Cinta

Review Makna Lagu Yang Kurasa: Kembali Jatuh Cinta

Review Makna Lagu Yang Kurasa: Kembali Jatuh Cinta. Lagu “Yang Kurasa” yang dibawakan oleh Raisa Andriana (dirilis 2021 sebagai bagian dari album Handmade) masih menjadi salah satu balada paling menyentuh di kalangan pendengar Indonesia hingga sekarang. Dengan melodi piano yang lembut, string yang hangat, dan vokal Raisa yang penuh perasaan, lagu ini terdengar seperti curhatan intim tentang seseorang yang akhirnya berani membuka hati lagi setelah lama menutup diri karena trauma masa lalu. Makna utamanya adalah proses kembali jatuh cinta—bukan cinta pertama yang polos, melainkan cinta kedua (atau ketiga) yang datang dengan lebih banyak ketakutan, keraguan, tapi juga harapan yang lebih dewasa. Lagu ini bukan tentang euforia jatuh cinta remaja, melainkan tentang keberanian membiarkan hati merasakan lagi meski tahu betul betapa sakitnya jika gagal. BERITA BASKET

Lirik yang Menggambarkan Keraguan dan Keberanian: Review Makna Lagu Yang Kurasa: Kembali Jatuh Cinta

Raisa membuka lagu dengan baris yang langsung menggambarkan kondisi batin: “Yang kurasa, takkan ada lagi yang bisa menggantikanmu”. Kalimat ini seolah menunjukkan bahwa meskipun ia sudah berusaha melupakan, perasaan lama masih membayangi—sampai akhirnya seseorang baru muncul dan membuatnya bertanya-tanya. Bagian chorus “Yang kurasa, aku mulai jatuh cinta lagi” menjadi inti lagu. Kata “yang kurasa” dipilih dengan sengaja—bukan “aku jatuh cinta”, melainkan “yang kurasa” karena ada keraguan besar di baliknya. Ia takut salah baca perasaan sendiri, takut terluka lagi, takut harapan yang dibangun hanya akan berakhir sama seperti sebelumnya. Lirik “Takut ku jatuh terlalu dalam, takut ku kecewa lagi” menunjukkan bahwa pengalaman masa lalu meninggalkan bekas yang dalam—tapi di sisi lain, ada keinginan kuat untuk percaya bahwa kali ini berbeda. Frasa “Mungkin ini saatnya ku membuka hati” adalah momen paling emosional. Ini adalah keputusan sadar untuk “mencoba lagi”, bukan karena naif, melainkan karena sudah cukup kuat menghadapi kemungkinan sakit hati. Lagu ini tidak menjanjikan happy ending pasti—ia hanya menceritakan proses berani membuka diri kembali, meski dengan hati yang masih penuh tanda tanya.

Konteks Emosional dan Pengaruh Budaya Lagu Ini: Review Makna Lagu Yang Kurasa: Kembali Jatuh Cinta

Lagu ini muncul di masa ketika banyak pendengar—khususnya perempuan usia 20-an hingga 30-an—sedang berada di fase “takut jatuh cinta lagi” setelah pengalaman hubungan yang menyakitkan. Budaya Indonesia yang sering mengaitkan cinta dengan “selamanya” atau “jodoh” membuat banyak orang merasa bersalah jika masih rindu mantan atau ragu membuka hati. Raisa justru memberikan ruang untuk perasaan itu tanpa menghakimi. Melodi yang naik-turun emosional—dari bagian tenang di verse hingga chorus yang meledak penuh perasaan—mencerminkan gelombang batin seseorang yang sedang jatuh cinta lagi: kadang ragu, kadang bahagia, kadang takut. Vokal Raisa yang lembut tapi penuh emosi membuat pendengar merasa seperti sedang didengarkan oleh sahabat yang mengerti. Di tahun 2026, lagu ini masih sering muncul di playlist “galau tapi pengen move on”, “healing phase”, atau konten tentang second chance in love di media sosial.

Dampak Jangka Panjang dan Relevansi Saat Ini

Makna “Yang Kurasa” terasa semakin dalam karena hampir semua orang pernah mengalami fase ragu membuka hati lagi setelah pernah terluka. Di era aplikasi kencan dan hubungan cepat saji, lagu ini seperti pengingat bahwa jatuh cinta lagi bukan proses instan—ia penuh keraguan, pertanyaan “ini beneran apa enggak?”, dan keberanian untuk tetap mencoba meski tahu risikonya. Lagu ini juga membawa pesan positif bahwa menutup hati selamanya bukan solusi—kadang yang dibutuhkan hanyalah waktu dan orang yang tepat untuk membuat kita berani lagi. Banyak pendengar mengaku lagu ini seperti “surat untuk diri sendiri” di masa transisi: mengizinkan diri merasakan lagi tanpa memaksa langsung move on sepenuhnya.

Kesimpulan

“Yang Kurasa” adalah lagu tentang kembali jatuh cinta dengan segala keraguannya—bukan kisah cinta sempurna, melainkan proses berani membuka hati lagi setelah lama menutup diri. Melalui lirik yang jujur, melodi yang emosional, dan vokal Raisa yang penuh perasaan, lagu ini berhasil menjadi teman bagi siapa saja yang sedang berada di fase “takut tapi ingin mencoba lagi”. Ia mengingatkan bahwa kerinduan untuk dicintai dan diakui itu wajar, dan jatuh cinta kedua (atau ketiga) sering kali datang dengan lebih banyak ketakutan—tapi juga dengan harapan yang lebih dewasa. Di tengah dunia yang sering meminta kita untuk “kuat” atau “move on cepat”, lagu ini seperti izin untuk berkata: “Yang kurasa… aku mulai jatuh cinta lagi—dan itu tidak apa-apa.” Itulah kekuatannya: mengakui bahwa cinta sejati sering datang setelah kita belajar dari luka, bukan sebelumnya. Dan ketika akhirnya kita menemukan seseorang yang membuat hati bergetar lagi, itu layak dirayakan—meski dengan hati yang masih sedikit takut

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *