Review Makna Lagu Whatever It Takes: Apa Pun Dibutuhkan. Lagu Whatever It Takes milik Imagine Dragons, yang dirilis Mei 2017 sebagai single kedua dari album Evolve (2017), masih menjadi salah satu anthem motivasi paling kuat dan sering diputar ulang hingga awal 2026. Hampir sembilan tahun sejak rilis, lagu ini terus mendominasi playlist “hustle mode”, “gym motivation”, dan “comeback energy” di Spotify serta TikTok, dengan lebih dari 2,7 miliar streaming global dan status multi-platinum di berbagai negara. Di balik produksi yang megah dan vokal Dan Reynolds yang penuh tekad, Whatever It Takes menyimpan makna yang sangat pribadi tentang ketahanan menghadapi penolakan, rasa sakit sebagai bahan bakar, dan komitmen untuk melakukan “apa pun yang dibutuhkan” demi mencapai mimpi—tanpa menyerah meski dunia terus berkata tidak. INFO SLOT
Lirik yang Penuh Tekad dan Perjuangan: Review Makna Lagu Whatever It Takes: Apa Pun Dibutuhkan
Lirik Whatever It Takes dibuka dengan pengakuan yang sangat jujur: “Falling too fast to prepare for this / Tripping in the world could be dangerous”. Ini menggambarkan perasaan seseorang yang terjun terlalu cepat ke dunia yang keras, tapi tetap memilih untuk terus maju. Refrain ikonik “Whatever it takes / ‘Cause I love the adrenaline in my veins / I do whatever it takes” menjadi pengakuan paling kuat: rasa sakit, tekanan, dan adrenalin justru menjadi bahan bakar utama untuk bertahan dan menang.
Baris “’Cause this is my life and these are my choices” adalah pernyataan kemandirian yang tegas—ia tidak lagi membiarkan orang lain menentukan nasibnya. “Yeah, you’re a natural / Living your life cutthroat” (mirip dengan tema Natural di album yang sama) menunjukkan bahwa untuk berhasil, seseorang harus memiliki sifat “cutthroat” atau tanpa ampun terhadap hambatan, termasuk keraguan diri sendiri. Lirik ini bukan sekadar motivasi kosong; ia lahir dari pengalaman nyata Dan Reynolds yang pernah menghadapi penolakan industri musik, penyakit kronis, dan tekanan untuk “menjadi sukses” di usia muda.
Verse kedua semakin memperdalam tema: “Everybody said I’d never make it / But I took it to the limit and I made it”. Ini adalah pengingat bahwa “whatever it takes” sering kali berarti melawan semua orang yang meragukan—termasuk diri sendiri. “I do what I want when I feel like it” adalah deklarasi kebebasan setelah bertahun-tahun merasa terkekang oleh ekspektasi.
Produksi dan Vokal yang Menggelegar: Review Makna Lagu Whatever It Takes: Apa Pun Dibutuhkan
Produksi oleh Mattman & Robin adalah salah satu yang paling kuat di era pop-rock 2010-an: drum marching yang menggelegar, gitar distorsi, brass synth, dan bass drop yang membuat seluruh tubuh bergetar. Tempo cepat sekitar 82 bpm memberikan energi tinggi yang membuatnya cocok untuk momen motivasi atau konser. Vokal Dan Reynolds di lagu ini adalah salah satu yang paling powerful: dari nada rendah penuh keraguan di verse hingga scream penuh keyakinan di chorus “Whatever it takes”.
Kontras antara melodi yang megah dan lirik yang penuh perjuangan inilah yang membuat lagu ini begitu kuat: pendengar bisa merasa termotivasi sambil tetap merasakan beban emosional di balik kata-kata.
Makna Lebih Dalam: Rasa Sakit sebagai Bahan Bakar
Di balik kesan lagu penyemangat, Whatever It Takes sebenarnya bicara tentang bagaimana rasa sakit dan penolakan menjadi bahan bakar terkuat untuk mencapai mimpi. Dan Reynolds pernah mengungkapkan bahwa lagu ini terinspirasi dari masa-masa sulitnya menghadapi penyakit ankylosing spondylitis dan tekanan industri musik yang hampir membuatnya menyerah. “Pain! You made me a believer” (tema yang juga muncul di lagu Believer) adalah pengakuan bahwa tanpa rasa sakit, ia mungkin tidak akan memiliki “high hopes” dan tekad “whatever it takes”.
Lagu ini juga menyentil tema bahwa kesuksesan sering kali datang dari kemampuan untuk tetap fokus meski dunia terus menolak. “I was up in the clouds, now I’m grounded” adalah pengakuan bahwa mimpi besar harus dihadapkan dengan realitas, tapi justru di situlah kekuatan muncul. Makna terdalamnya adalah bahwa menjadi “believer” berarti percaya pada diri sendiri meski sering merasa seperti orang asing di dunia ini.
Kesimpulan
Whatever It Takes adalah lagu yang langka: megah sekaligus sangat jujur, motivasi tapi penuh perjuangan, dan timeless tanpa terasa klise. Kekuatan utamanya terletak pada lirik yang relatable tentang ketahanan dan rasa sakit sebagai guru, produksi rock yang menggelegar, dan vokal Dan Reynolds yang penuh semangat. Lagu ini berhasil menjadi teman bagi siapa saja yang sedang merasa stuck atau sering ditolak—membuat mereka merasa bahwa “whatever it takes” bukan kebodohan, melainkan kekuatan terbesar yang dimiliki manusia. Jika kamu sedang dalam fase “aku harus melakukan apa pun untuk maju”, lagu ini adalah pengingat yang tepat: rasa sakit dan penolakan adalah bahan bakar terbaik untuk mencapai mimpi. Dengarkan sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali diputar ulang, kamu akan semakin yakin bahwa “had to have high hopes” adalah satu-satunya cara untuk hidup layak diperjuangkan. Whatever It Takes bukan sekadar lagu rock; ia adalah deklarasi bahwa ketahanan seperti alam adalah satu-satunya cara untuk bertahan di dunia yang kejam. Dan itu, pada akhirnya, adalah makna paling kuat dari sebuah lagu.
